Halaman

Rabu, 20 Oktober 2010

My LittLe Experiance

█▓▒░ Hari ini gak ada yang special buat aku. Yah hanya menyelesaikan sedikit kerjaan lalu selanjutnya dihabiskan nonton TV atau internetan. Disela-sela waktu aku coba buat ngilangin jenuh dengan berbicara tentang topik yang gak penting dengan rekan sekerja ku.

Aku pandang ke tas ku dimana aku letakkan semua barang pribadi yang setiap hari aku bawa ke kantor. HP ku berbunyi. Hufffftttt.. Jujur males banget mau terima telpon karena itu pasti dari jasa pengiriman yang udah buat aku kesel beberapa hari ini (pikirku). Tapi telpon terus bernyanyi dan membuat suasana kantor jadi agak ribut, lalu ku paksakan untuk melihat siapa gerangan yang namanya akan tampil dilayar telpon ku..

Kaget campur girang. Sebuah nomer ponsel beserta nama si empunya terpampang disitu. Orang yang ku rindukan. Dengan sigap langsung aku angkat. Wah betapa senangnya setelah sekian lama akhirnya mendengar lagi suaranya.. Kalo tau dari pertama dia yang telpon pasti secepatnya langsung aku angkat.. (●*∩_∩*●)


█▓▒░ Akhir minggu ini aku putuskan untuk menghabiskan liburan di tempat kerja temanku.  Buat melihat suasana baru sekaligus menghilangkan kejenuhan. Disana aku sempat diperkenalkan dengan beberapa rekan kerja temanku. Sejauh ini dimataku rekan kerja temanku adalah orang-orang yang baik (setidaknya dihadapanku). Lalu disuatu pagi aku dan temanku merencanakan untuk berjalan-jalan ke beberapa tempat. Lalu temanku mengajak aku singgah di rumah salah satu rekan kerjanya.

Singkat cerita, kami diajak untuk pergi ke acara sunatan di desa itu. Disana kami juga bertemu dengan atasan temanku yang sudah aku kenal (ada ikatan kerja dengan tempat aku bekerja). Dia adalah bos yang sangat baik, cerita temanku dan aku pun setuju.

Beberapa minggu setelah liburan itu aku kembali bertemu dengan atasan temanku itu tapi kali ini dikantor tempat aku bekerja. Dan betapa terkejutnya aku seseorang yang selama ini aku pandang sebagai orang yang sangat baik dan mungkin bukan orang yang tidak akan meminta yang bukan hak nya ternyata ada satu hal yang sekejap menghilangkan rasa simpati ku terhadapnya.

Ya kadang ada hak yang wajib kita minta itulah hak kita. Tapi ada yang bukan hak kita dan tidak ada dalam aturan dan sebaiknya itu tidak boleh diminta.


█▓▒░ Hari ini pengumuman lokasi tempat magang untuk semua mahasiswa semester akhir dikampusku. Dengan semangat aku dan teman-temanku turun ke lantai bawah untuk melihat pengumuman itu. Aku dan 12 orang temanku berada dalam 1 instansi pemerintah untuk magang. Senangnya bakal gak kesepian aku disana. Tapi ternyata karena instansi itu cukup besar maksa kami semua di bagi-bagi lagi untuk beberapa bagian. Dan naas nya aku ditempatkan di gudang yang notabene nya cowok semua dan terletak paling ujung. Hari pertama aku lewati dengan tersesat karena jalan dari gudang keluar aku diberi petunjuk jalan muter-muter yang membingungkan.

Salah 1 temanku ditempatkan dikantor dengan cewek dari jurusan lain. Ya satu ruangan dengan salah satu anggota gank populer dikampus (anak orang kaya, cantik dan gaul ☞ katanya). Lalu temanku itu mengusulkan agar aku pindah 1 ruangan dengannya karena dia udah parno bakalan gak nyaman dengan cewek tersebut. Akhirnya usaha punya usaha aku berhasil pindah satu ruangan dengan temanku. Kami bertiga. Dan ternyata mahasiswa itu sangat baik dan ramah. Dia juga pintar. Dalam waktu singkat segala ketakutan negatif temanku itu langsung runtuh dan kami bertiga pun langsung akrab banget gak seperti dugaan semula.


█▓▒░ Hari ini seperti biasa acara kumpul keluarga. Ibu dan tante-tanteku tidak pernah kehabisan topik pembicaraan (maklumlah wanita..hehe..). Tiba-tiba aku merasa tertarik dengan pembicaraan mereka. Aku liat Ibu ku dengan penuh semangat bercerita. “Wah cantik banget anaknya tu orang. Hidungnya mancung, kulitnya putih. Pokoknya fisiknya hampir sempurna tapi sayang kenapa menikah dengan *** (sensor.. (∪ ◡ ∪)).” Kata Ibu ku menceritakan ciri-ciri anak tetangganya tante ku.

Langsung terbayang diotakku betapa cantiknya tu cewek. Ya seharusnya wanita cantik itu sebaiknya memiliki pemikiran yang cantik. Kenapa mau (maaf) menikah dengan orang yang jelas-jelas menyakitinya hanya karena cinta, pikirku.

Lalu tante ku menunjukkan aku wanita yang dimaksud. Betapa kagetnya aku. Semua yang diceritakan Ibu dan semua yang ada dipikiranku langsung pada kabur. “Kok beda dengan cerita mamak ?” tanyaku yang diiringi senyum tante-tanteku..

˜”*°•.****.•°*”˜۩๑๑۩๑๑۩__̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__۩๑๑۩๑๑۩˜”*°•.****.•°*”˜

Itulah manusia selalu cepat untuk menilai dan menafsirkan sesuatu. Memutuskan apa saja kadang tanpa pikir panjang. Mempercayai semua ucapan dan perbuatan orang tanpa melihat kenyataan.

Satu hal yang aku sadari tidak mudah untuk menilai bahkan seorang guru juga harus mempertimbangkan sebelum memberikan penilaian kepada muridnya, apalagi manusia. Ini bukan penilaian yang seperti Tuhan lakukan untuk menilai hamba-Nya. Ini hanya sebentuk kecil penglihatan terhadap lingkungan sekitar.

Dari beberapa hal yang aku alami ternyata memang jauh lebih baik segalanya itu dipandang secara sederhana (sedang-sedang saja). Jangan berlebihan. Merasakan kebaikan yang orang berikan kepada kita diharapkan membuat kita belajar untuk memberikan kebaikan pula kepada orang lain. Melihat kekurangan manusia yang kita pandang semoga membuat kita ingat untuk tidak berbuat seperti itu dan tidak cepat berpikir untuk menilai orang tersebut seperti apa. Karena kita bukan manusia yang berhak untuk nge-judge orang lain.

Karena tetap mata lah yang bertugas melihat..
Hati lah yang pasti terjaga untuk merasakan..
Dan otak lah yang akan selalu aktif berpikir..

Jadi mungkin ungkapan “Melihat dengan mata hati” itu hanya ungkapan perasaan. Tapi jangan pernah lupakan logika agar kita dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin akan kita lakukan. Hanya mengantisipasi saja karena kita tidak akan pernah dapat menghindari kesalahan..

Lebih baik apapun yang kita lihat, rasakan dan pikirkan tentang orang lain tidak perlu kita apresiasikan secara berlebihan. Cukup detail isi hati, pikiran dan perasaan kita hanya kita dan Tuhan lah yang tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar