Andai saja aku tidak berambisi..
Andai saja aku tidak selalu mencari yang terbaik..
Andai saja aku dapat bersyukur lebih awal..
Andai saja aku dapat meyakinkan orang tua ku..
Andai saja aku tidak berbuai angan..
Andai saja aku tidak terhanyut dalam mimpi..
Andai saja aku dapat menerima keadaanku..
Andai saja aku dapat menikmati hidupku..
Andai saja..
Andai saja semua yang aku tulis diatas adalah kenyataan mungkin sekarang aku sedang melihat keluargaku tersenyum..
Menghabiskan akhir pekan dengan rencana sederhana dan menyenangkan bersama mereka..
Tertawa lepas bercanda dan menikmati kehidupan..
Tapi semua sudah terlambat..
Aku tak bisa bersama mereka lagi..
Melihat senyum mereka adalah hal yang sangat mahal yang harus kutempuh sekarang..
Mendengar suara mereka adalah penantian tersendiri yang aku tunggu..
Inilah aku dengan pembelajaran hidupku yang entah sampai kapan akan aku tempuh..
Pengenalan diri yang tak tau seperti apa hasilnya..
Perenungan yang mengajakku terus menyesali ambisiku..
Seharusnya aku telah sadar bahwa tak ada yang sempurna didunia ini..
Selalu ada yang terbaik dari yang terbaik..
Kepuasan takkan pernah tercapai jika kita tak pernah berhenti mencari..
Penyesalan bukanlah hal terbaik yang patut aku sadari..
Kekecewaan tidaklah pantas terus ku ingat..
Kemarahan bukanlah pelampiasan terhadap keluhan hati..
Aku memang pernah menyesal..
Aku juga pernah kecewa, marah, dan kesal..
Dan mungkin hal itu akan aku alami lagi..
Kemarahan terhadap ambisiku yang tak ada habisnya..
Egoisme untuk menjadi mandiri tanpa bantuan orang lain menjadikan aku tak pernah memperhatikan lingkunganku..
Allah itu tidak pernah tidur, Dia memperhatikan segala gerak gerik, niat dan pikiran umat-Nya..
Karena itu Allah selalu mengingatkan Umat-Nya dengan cara yang unik..
Seperti aku yang menanti datangnya fajar dari ufuk barat..
Bukan untuk menandai kiamat yang datang tapi untuk memberitahu bahwa semua pembelajaranku telah usai pada waktunya..
Detik demi detik mencoba bertahan dan berpikir tentang hakekat dari apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadaku..
Buatku kehidupan adalah keputusan. Segala hal yang aku dapatkan dan aku alami adalah hal yang telah aku putuskan dan pertanggung jawaban adalah idealnya kepastian yang harus aku lalui.
Aku tak patut ragu untuk melalui jalanku hanya bisikan angin selalu membuatku ingin berpikir ulang tentang arah tujuanku.
Tak perlu banyak tujuan hidup. Hanya satu tujuan yang ingin aku lalui hingga nafas tak lagi berhembus ditubuhku. Satu tujuan yang tak akan lelah aku mengejarnya walaupun telah kulihat rintangan itu tetap kokoh berdiri menghadang tapi aku yakin jika suatu saat nanti akan ada jalan yang terbaik yang telah dipilihkan Allah untuk aku jalani..
Seperti pengertian ikhlas yang bergema adalah “rahasia dibalik rahasia” dan bukanlah ikhlas jika itu terucap. Seperti itulah jalanan hidup ini harus tetap dilalui..
Kepada mereka yang penuh pengharapan padaku..
Maafkan aku yang tak pernah sempurna..
Sampai kapanpun aku akan tetap begini..
Aku tak bisa menjanjikan yang terbaik..
Aku hanya bisa memperjuangkan sedikit rasa untuk sedikit kebahagiaan..
Dengan ketulusan..
Bukan berarti aku tak ingin memberikan kalian kelebihan hidup..
Tapi sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik untuk dijalani..
Aku hanya akan memberikan kesederhanaan hidup tanpa beban...
Hingga senyum adalah suatu cahaya yang menyinari setiap detik hidup ini..
Read More......
